MERDEKA atau MATI?

Apa sih arti kemerdekaan buat kamu? Mungkin pertanyaan itulah yang seringkali muncul tiap kali peringatan Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus-an tiap tahun.

Saya mengucapkan selamat ulang tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-69. Dirgahayu Indonesiaku. Bhineka Tunggal Ika.

Kita tentu ingat pesan dari Bung Tomo pasca proklamasi kemerdekaan RI tepatnya tanggal 10 November 1945 di Surabaya, “Merdeka atau Mati!”. Inilah pesan jihad yang membakar semangat arek-arek Suroboyo (Surabaya) untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan dari serangan penjajah, saat itu Belanda yang ingin menjajah Indonesia (lagi). Apa artinya? Kemerdekaan adalah sesuatu yang mahal, kalau perlu nyawa pun menjadi taruhan. Kemerdekaan bukan (hanya) untuk kita, melainkan untuk keluarga kita, tetangga kita, bangsa kita, dan juga anak cucu kita. Kemerdekaan adalah sesuatu yang priceless (tak ternilai harganya saking mahalnya).

Kita masih ingat Indonesia zaman dulu disebut Nusantara, bisa kita lihat pada saat masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Nusantara yang begitu luas, dari Sabang sampai Merauke yang terdiri lebih dari 13 ribu pulau bisa saja dijajah oleh Belanda yang negaranya sangat kecil bila dibanding dengan Nusantara. Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, milik kita, diangkut begitu saja keluar negeri untuk kesejahteraan penjajah, sementara kita tetap bertahan pada kebodohan dan penindasan. Sejarah selalu menceritakan perjalanan manusia dari dahulu hingga sekarang sampai pada masa yang akan datang. Sumber Daya Manusia (SDM) lah yang membuat kita dijajah. Indonesia itu kaya, tak kurang satu apapun. Emas? Ada. Minyak? Ada. Rempah? Ada. Timah? Ada. Gas Alam? Ada. Intan? Ada. Hutan? Ada. Apapun ada deh pokoknya! Namun karena kita kalah SDM maka kita pernah dijajah, setidaknya oleh Belanda, Portugis, Spanyol, Jepang dan Inggris.

Saat itu, SDM kita memang kalah, mudah diadu domba, memang penjajah suka pakai strategi devide et impera untuk melemahkan lawan politik, hehe. Contohlah Kesultanan Mataram Islam yang dipecah menjadi dua untuk melemahkan kekuatan, satu di Solo, satu di Yogyakarta. Perjanjian Giyanti. Akan tetapi bukan berarti bangsa kita bukan pejuang, kita mesti ingat bagaimana Pangeran Diponegoro melakukan gerilya melawan Belanda antara tahun 1825-1830 hingga akhirnya bisa dipadamkan oleh Belanda dengan cara yang licik. Kita tentu ingat pula Cut Nyak Din di Aceh, Imam Bonjol di Sumbar, Sultan Hasanudin di Makassar, Sultan Nuku di Ternate Tidore, dll yang semuaya berjuang untuk meraih kemerdekaan, menumpas kalaliman penguasa atau penjajah saat itu. Sampai pada babak baru Kabangkitan Nasional tahun 1908 yang merupakan momentum bangsa Indonesia untuk bersatu-padu mengusir penjajah. Peperangan demi peperangan, pemberontakan demi pemberontakan tak pernah pedam untuk meraih kemerdekaan.

Kita adalah keturunan bangsa pejuang, tidak mengenal lelah dan kalah. (B.J. Habibie)

Perjuangan itu tak pernah berakhir sampai kapan pun. 17 Agustus 1945 adalah saat dimana Indonesia memproklamirkan kemerdekannya. Selalu ada cerita dibalik sejarah. Pengorbanan, pertumpahan darah, pengkhianatan, kekalahan, hingga kemenangan. Semua itulah yang menjadikan kemerdekaan itu tak ternilai.

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia mentakan dengan ini kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang menyangkut perpindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

 

Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun 05 (kalender Jepang)

Atas nama bangsa Indonesia 

Sokarno/Hatta

Pada akhirnya, kita harus mensyukuri hidup dalam masa kemerdekaan. Namun, kemerdekaan yang haqiqi itu harus tetap diperjuangkan, kemerdekaan kita adalah anugerah dari Allah SWT Tuhan YME, sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Tugas kita adalah mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai hal produktif, apapun sesuai kompetensi kita. Paling tidak mulai dari diri kita sendiri, membuat karya untuk Indonesia.

Dirgahayu Indonesiaku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s