BHINEKA TUNGGAL IKA

Selamat pagi

Hari ini sudah tanggal 26 Juni 2014, semakin dekat jelang Pilpres 9 Juli 2014. Suasana semakin bertambah panas saja, ditambah dengan berita bentrok massa pendukung capres di Yogyakarta kemarin tanggal 24 Juni 2014. Ada hal yang kita lupakan dalam pesta demokrasi kita sekarang, yakni semboyan kita “Bhineka Tunggal Ika” yang diambil dari Kitab Sotasoma karangan Empu Tantular. “Berbeda-beda tetapi tetap satu”, kita lupa bahwa siapa pun presiden yang kita dukung, kita adalah satu tanah air, satu bahasa, satu bangsa Indonesia. Kita boleh beda pilihan tapi kita adalah saudara, jangan sampai gegara Pilpres persaudaraan kita pecah.

Dunia maya, salah satu penyumbang suasana yang semakin panas ini. Bagaimana tidak, pengguna twitter, facebook dll saling beradu posting berita yang sumbernya tidak divalidasi dulu, apakah akurat atau tidak. Tiap ada berita yang kira-kira itu bagus untuk mendukung capres pilihan dan memojokkan capres lawan langsung diposting seenaknya (mungkin saya pun pernah melakukannya). Alhasil semua saling beradu komentar, mulai dari yang saling dukung, saling kritik, hingga saling hujat. Hey guys, kita tidak membela nabi yang tanpa dosa, kita negara demokrasi yang beretika, menjunjung tinggi budaya ketimuran. Sudah selayaknya kita memperhatikan apa yang kita posting apa yang kita sampaikan pada setiap tulisan kita.

Daripada kita kampanye fanatik buta yang menyulut kita pada emosi yang bisa mengakibatkan perpecahan, ya mending kita kampanye yang produktif yang kreatif. Jangan lah kita saling hujat sesama saudara. Hindari black campaign, dan apabila negative campaign ya tentu harus beretika dan bermartabat. Black campaign ini fitnah, sementara negative campaign adalah menyampaikan kekurangan didasari dengan fakta. Pilpres ini adalah media pendidikan politik juga lho, membangun civil society yang menjunjung tinggi demokrasi. Tapi jangan diartikan demokrasi itu bebas sebebas-bebasnya, kita punya etika guys.

Kita para remaja, daripada black campaign gak jelas mendingan ramaikan masjid menyambut bulan Ramadan bagi yang muslim. Bisa juga kita aktif di kegiatan-kegiatan yang positif, misalnya dalam kegiatan komunitas, LSM, karang taruna, remaja masjid dll. Saya sendiri sampai sekarang aktif di LSM PKBI Kota Yogyakarta sebagai relawan dalam isu kesehatan reproduksi. Sabtu (21/6) kemarin saya menyampaikan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi kepada Karang Taruna Kelurahan Tahunan Yogyakarta di Wisma Tamansiswa Kaliurang, bertepatan dengan acara Makrab mereka. Yuk, kita lakukan aksi nyata untuk wujudkan masyarakat yang lebih baik. Kita mulai dari yang kecil, kemudian kita berjejaring, suatu saat kita akan menjadi besar. Saya mengajak teman-teman untuk beraksi nyata, menghidupkan asa, untuk menyambut bulan puasa.

Secara jujur dan terbuka saya adalah pendukung pasangan No. 1 (Prabowo-Hatta) dalam Pilpres 2014, namun saya ingin turut serta mewujudkan pesta demokrasi yang sehat dan bersih. Mari kita dukung KPU, Bawaslu, TNI dan POLRI untuk mensukseskan Pilpres 2014 sampai dilantiknya Presiden baru Oktober 2014 nanti. Selanjutkan kita kawal negeri ini sampai titik darah penghabisan. NKRI harga mati, salam bhineka tunggal ika.

http://statik.tempo.co/data/2014/06/08/id_296140/296140_620.jpg

sumber: tempo.co

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s