Menjelang Pilpres 2014

Sekarang sudah tanggal 20 Mei 2014, hari kebangkitan nasional, hari terakhir pendaftaran capres-cawapres untuk pilpres 2014. Seperti yang sudah kita ketahui sampai saat ini terdapat 2 pasangan capres-cawapres dari 2 koalisi yang kuat. Prabowo-Hatta yang diusung Gerindra, PAN, PKS, PPP dan Golkar. Sementara JKW-JK diusung PDIP, Nasdem, PKB dan Hanura. Sementara Demokrat masih kalem saja nampaknya tidak akan ambil bagian dalam pilpres periode ini.

2 pasangan sudah dideklarasikan, 2 pasangan akan didaftarkan ke KPU dan kemudian menjalani serangkaian verifikasi. Ini pesta besar rakyat Indonesia, memilih presiden untuk 5 tahun kedepan. Seorang presiden yang akan menjadi panglima tertinggi, presiden dari 240 juta penduduk Indonesia, presiden yang akan mengelola ribuan triliun anggaran tiap tahunnya. Apakah kita akan rela dipimpin oleh orang yang tidak kompeten. Atau kita akan golput saja, apatis dengan segala manuver politik?

Kawan, hidup kita ini penuh dengan politik dan politisasi. Nasib PKL (Pedagang Kaki Lima) itu soal politik, ingat kebijakan tentang PKL diatur oleh pemerintah lho. Nasib topeng monyet pun juga soal politik. Ingat kan Gubernur Jakarta, JKW yang menertibkan topeng monyet dari Ibukota? Artinya politik ada dalam multi dimensi kehidupan rakyat. Kita harus melek politik! Oke lah setiap hari kita disajikan tayangan korupsi, perzinahan, kejahatan, penipuan, pembunuhan dll entah dilakukan oleh politisi maupun sipil. Sampia-sampai kita menjadi bangsa yang apatis, bangsa yang pesimis thd masa depan bangsa.

Kita harus samakan persepsi, harapan itu masih ada. “Banyaknya kejahatan di dunia ini tak semata karena banyaknya orang jahat, melainkan karena orang baik yang diam dan mendiamkan. Saya memilih untuk tidak diam dan mendiamkan.” – (Anies Baswedan, 2014). Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Kita rakyat Indonesia harus bersatu, berjuang bersama dalam satu gerakan besar merestorasi Indonesia. Kalau Indonesia sudah dikuasai asing yuk kita beli ulang Indonesia (Ustadz YM). Sudah bukan saatnya lagi kita hanya “urun angan”, saatnya “turun tangan”.

Harapan saya, kita jangan sampai golput dalam pilpres 2014, kalau hanya ada 2 calon, maka yuk kita kenali baik-baik calonnya. Bagaimana prestasinya, apa kelebiha kekurangannya, bagaimana rekam jejaknya, bagaimana visi misi untuk Indonesia kedepan. Saatnya kita berdikari, mandiri, dan berani menolak thd intervensi asing. Kalaupun nanti pilpres 2014 2 calon sama-sama memiliki kekurangan, maka kita pilih yang paling sedikit mudharatnya untuk bangsa. Salam turun tangan. Salam Indonesia Raya. Salam Islam Indonesia.

Tulisan ini adalah murni opini dari penulis yang masih terdapat banyak kekurangan. Tiada gading yang tak retak. Penulis membutuhkan kritik dan saran dari pembaca guna memperbaiki kualitas kami. Penulis bukan pribadi yang sempurna, tapi bersama mari kita wujudkan Indonesia yang optimis menatap masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s